Otoritas-News.com // MESUJI, LAMPUNG — Di tengah gegap gempita “Gerakan Pangan Murah” yang digagas Polres Mesuji dan Bulog Cabang Mesuji pada Rabu, 24 September 2025, sebuah ironi mencuat ke permukaan. Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, dengan senyum terkulum, menyampaikan aspirasi getir dari masyarakat: beras murah, tapi tak menggugah selera.
Acara yang digelar di halaman Pasar Rakyat Kecamatan Simpang Pematang ini, sejatinya bertujuan mulia, yaitu menstabilkan pasokan dan harga beras bagi masyarakat. Namun, di balik tumpukan beras kemasan 5 kilogram yang dijanjikan akan disalurkan sebanyak satu ton per desa, tersembunyi keluhan yang cukup pedas.
Bupati Elfianah, dalam sambutannya, tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Mesuji dan jajarannya atas inisiatif penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Hingga hari ini, 20 ton beras telah berhasil didistribusikan. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, tentu saja, jika saja beras tersebut tak membuat lidah berteriak.
“Masyarakat melaporkan bahwa beras dengan merek SPHP terasa ‘ambrai’ atau tidak pulen saat dimasak,” ujar Bupati Elfianah, menyampaikan keluhan yang mungkin membuat Bulog sedikit tersentil. Sebuah sindiran halus, namun cukup menohok.
Bupati berharap, ke depannya, program beras Bulog dapat menyediakan beras dengan kualitas rasa yang lebih baik dan lebih enak untuk dikonsumsi. Sebuah harapan yang sederhana, namun mengandung pesan yang mendalam: jangan hanya murah, tapi juga perhatikan kualitas rasa. Karena, bagaimanapun juga, lidah adalah raja.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kapolres Mesuji, Danramil, Kejari, serta Camat Simpang Pematang. Semoga saja, keluhan masyarakat ini sampai ke telinga mereka dan menjadi bahan evaluasi untuk program-program selanjutnya. Karena, “Gerakan Pangan Murah” seharusnya tak hanya mengenyangkan perut, tapi juga memanjakan lidah.












