Otoritas_News.com // MESUJI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji bekerja sama dengan Forkopimda, BUMN, dan perusahaan swasta menggelar kegiatan Pasar Murah di halaman Pasar Rakyat Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Selasa (23/12/2025).
Dugaan, kegiatan yang bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat kecil ini menuai sorotan. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan sekitar pukul 10.00 WIB, ditemukan adanya dugaan praktik jual beli yang tidak tepat sasaran. Terlihat puluhan karpet telur yang masih menumpuk justru bebas diperjualbelikan kepada pedagang dalam jumlah besar (borongan).
Saat awak media mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada panitia di lokasi terkait kebijakan menjual stok dalam jumlah banyak kepada pedagang, panitia berdalih bahwa hal itu diperbolehkan karena sudah tidak ada pembeli lain. Padahal, waktu pelaksanaan pasar murah tersebut tergolong masih pagi.
Kondisi ini diperkuat saat awak media menanyakan hal serupa kepada Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji. Ia membenarkan bahwa penjualan dalam jumlah banyak tersebut diperbolehkan. Namun, ketika ditanya mengenai efektivitas program subsidi jika barang justru diborong oleh pedagang, Kepala Dinas hanya diam dan tersenyum tanpa memberikan jawaban pasti.
Ironisnya, di saat tumpukan telur dialokasikan untuk pedagang, seorang warga yang datang sekitar pukul 10.30 WIB harus menelan kekecewaan.
Warga tersebut datang dengan harapan bisa mendapatkan sembako murah dari program subsidi Forkopimda, namun seluruh stok dilaporkan telah habis terjual.
“Semua sudah habis,” ujar warga tersebut dengan raut wajah kecewa. Akibatnya, ia terpaksa beralih membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga subsidi di pasar murah.
Kejadian ini memicu harapan agar Pemerintah Kabupaten Mesuji dapat lebih bijak dan memperketat pengawasan dalam mengatur program pasar murah ke depannya.
Hal ini penting agar subsidi yang diberikan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil, bukan justru menjadi ladang keuntungan bagi oknum pedagang tertentu.












