Otoritas-news.com // MESUJI – dugaan Aktivitas bongkar muat kendaraan alat berat jenis excavator dan kendaraan roda empat oleh kapal tongkang di Dermaga Wisata Desa Wiralaga, Kecamatan Mesuji, memicu perhatian publik. Pasalnya, dermaga yang sejatinya diperuntukkan bagi sektor pariwisata tersebut kini justru beralih fungsi menjadi titik distribusi logistik berat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mesuji memberikan klarifikasi terkait legalitas aktivitas tersebut saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 18 April 2026.
Menurut keterangan Kadishub, sejauh ini kontribusi yang masuk ke daerah dari aktivitas tersebut barulah sebatas retribusi parkir. Terkait izin sandar maupun izin bongkar muat yang bersifat resmi dan permanen, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji mengaku belum menerima laporan atau koordinasi lebih lanjut.
“Aktivitas kendaraan tersebut saat ini hanya membayar retribusi parkir. Terkait izin bersandar atau izin bongkar muat secara menyeluruh, kami pihak Pemkab Mesuji belum mengetahuinya,” ujar Kadishub saat diwawancarai.
Guna menindaklanjuti ketidakjelasan status kegiatan tersebut, Dinas Perhubungan Mesuji telah mengambil langkah tegas dengan menyurati perusahaan (PT) yang diduga bertanggung jawab atas operasional tongkang tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan:
Legalitas operasional di kawasan dermaga wisata.
Dampak lingkungan dan infrastruktur dermaga akibat beban kendaraan berat.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan dilaporkan belum memberikan jawaban pasti terkait jadwal pertemuan yang diminta oleh Dishub Kabupaten Mesuji.
Di sisi lain, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas bongkar muat di Dermaga Wiralaga masih terus berlangsung. Belum adanya tindakan pencegahan atau imbauan tegas di lokasi membuat warga sekitar bertanya-tanya.
Masyarakat Desa Wiralaga berharap Pemkab Mesuji segera mengambil tindakan nyata. Warga khawatir jika aktivitas ini dibiarkan tanpa pengawasan ketat, fasilitas dermaga wisata akan mengalami kerusakan dini sebelum bisa dinikmati sepenuhnya oleh wisatawan.
“Kami berharap pemerintah segera bertindak sesuai prosedur yang berlaku agar fungsi dermaga tetap terjaga dan tidak disalahgunakan,” ungkap salah satu warga setempat.












