Otoritas-News.com // Mesuji – Sejumlah wali murid SD Negeri 8 Simpang Pematang menyampaikan keluhan terkait menu MBG yang disajikan kepada anak-anak mereka karena dianggap tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan dari program pemerintah pusat tersebut.
Menu MBG pada hari tersebut, dilaporkan berupa makanan kering seperti roti, susu kotak, dan jeruk yang sudah tidak segar dan terasa asam, serta telur ayam mentah yang tidak layak konsumsi langsung. Beberapa orang tua menilai bahwa menu tersebut jauh dari harapan dan dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat.
Pernyataan Pihak MBG dan Standar Juknis
Saat dikonfirmasi oleh awak media, pihak dapur MBG SD Negeri 8 Simpang Pematang menyatakan bahwa telur ayam baru akan direbus minggu depan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) MBG.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa hingga sekarang, standar penyajian sesuai juknis belum dilaksanakan dengan baik di sekolah tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait pemahaman dan pelaksanaan juknis MBG oleh dapur MBG di SD Negeri 8 Simpang Pematang.
Program MBG yang merupakan inisiatif presiden bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Namun, program ini justru menimbulkan keluhan dari banyak wali murid karena kualitas penyajian yang tidak memenuhi standar, menu yang tidak layak, dan kurangnya pengawasan terhadap dapur MBG di beberapa sekolah. Keluhan serupa juga muncul di berbagai daerah lain terkait makanan basi, porsi kecil, dan menu yang tidak sesuai kebutuhan gizi siswa.
Dugaan Ketidaksesuaian Prosedur Keluhan dari SD Negeri 8 Simpang Pematang semakin mempertegas bahwa dapur MBG di sekolah tersebut belum memahami juknis MBG dengan baik dan perlu pengawasan serta pembinaan lebih lanjut agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.




