Berita  

Puluhan Siswa di Simpang Mesuji Diduga Keracunan MBG, Temuan Dinkes Bongkar Borok Pengelolaan Dapur

Mesuji Lampung

 

Otoritas-News.com // MESUJI – Dugaan kelalaian fatal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji. Pada Rabu (08/04/2026), puluhan siswa penerima manfaat dilaporkan mengalami gejala diare massal usai menyantap menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Peristiwa ini memicu kritik pedas dari masyarakat yang menilai pihak pengelola tidak becus dalam menjaga keamanan pangan bagi anak-anak sekolah. Berdasarkan data yang dihimpun dari percakapan internal grup WhatsApp SPPG Simpang Mesuji yang bocor ke publik, terungkap adanya temuan mengejutkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait buruknya manajemen dapur dan gudang.

Temuan Dinas Kesehatan: Manajemen Semrawut

Setelah melakukan peninjauan lapangan, Dinas Kesehatan menemukan lima poin krusial yang menunjukkan rendahnya standar higienitas dan operasional di SPPG Simpang Mesuji:

Penyimpanan Berbahaya: Bahan kimia ditemukan tercampur di gudang bahan makanan kering, sebuah kecerobohan yang sangat berisiko memicu kontaminasi silang.

Abai Masa Kedaluwarsa: Petugas menemukan kurangnya pengawasan terhadap tanggal kedaluwarsa (expired) bahan baku.

Sistem Stok Berantakan: Pengelola tidak menerapkan sistem FIFO (First In First Out), yang berarti bahan makanan lama tidak segera digunakan dan berpotensi membusuk.

Alat Makan Tidak Higienis: Cara pencucian peralatan makan dinilai tidak memenuhi standar kebersihan.

Lingkungan Dapur Kotor: Kebersihan area sekitar dapur dianggap tidak layak untuk fasilitas penyedia makanan massal.

 

Masyarakat menyayangkan sikap pengelola yang seolah baru bergerak setelah jatuh korban. Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya. “Ini program bagus, tapi kalau pengelolaannya semrawut begini, anak-anak kami yang jadi korban. Temuan Dinkes itu membuktikan bahwa mereka benar-benar lalai,” ujarnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak berwenang untuk memberikan sanksi tegas kepada pengelola SPPG Simpang Mesuji agar kejadian yang membahayakan nyawa generasi muda ini tidak terulang kembali.

( Hendra )

Exit mobile version