MESUJI – Media sosial tengah diramaikan oleh unggahan foto dan video yang memperlihatkan kerusakan jalan rabat beton di ruas jalan Desa Tirta Laga, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung. Jalan yang baru saja selesai dibangun tersebut tampak hancur di beberapa titik akibat dilintasi kendaraan, memicu perdebatan sengit di kalangan warganet, Selasa (03/03/2026).
Kerusakan jalan yang disebut “seumur jagung” ini mengundang berbagai spekulasi dari masyarakat. Pantauan di platform Facebook menunjukkan adanya dua kubu opini yang berkembang:
Dugaan Kualitas Rendah: Salah satu akun Facebook yang enggan disebutkan namanya menyoroti bahwa hancurnya beton tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh kualitas pengerjaan yang kurang maksimal. “Jalan baru seumur jagung sudah hancur, diduga karena kualitas bangunan yang kurang baik,” tulis akun tersebut.
Faktor Tonase Kendaraan: Di sisi lain, beberapa akun justru mengunggah bukti bahwa kerusakan terjadi karena jalan dipaksa menahan beban kendaraan yang melintas melebihi kapasitas yang ditentukan untuk tipe jalan desa/kabupaten.
Menanggapi laporan masyarakat dan mempertimbangkan masuknya musim panen raya tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mesuji segera mengambil langkah preventif guna melindungi aset infrastruktur.
Bupati Mesuji, Elfianah, mengeluarkan instruksi tegas berupa larangan melintas bagi kendaraan bertonase besar.
“Kami melarang keras kendaraan jenis Fuso, Tronton, dan kendaraan berat lainnya untuk melintasi wilayah Mesuji Atas, Rawa Jitu Utara, dan sekitarnya guna menjaga keutuhan jalan yang baru saja diperbaiki,” tegas Bupati dalam keterangannya.
Meski langkah tegas telah diambil, masyarakat tetap meminta pemerintah untuk objektif. Beberapa warganet meminta agar Pemkab tidak hanya menyalahkan faktor kendaraan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap kontraktor atau pihak pelaksana proyek.
“Pemkab harus tegas. Jangan semata-mata menyalahkan kendaraan yang melebihi tonase, tolong lihat dan perhatikan juga apakah kualitas bangunan jalan sudah selayaknya atau belum,” ujar salah satu warganet dalam kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mesuji diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan audit teknis guna memastikan penyebab pasti kerusakan jalan di Desa Tirta Laga tersebut.
