Otoritas-News.Com // MESUJI – Fasilitas publik yang seharusnya diperuntukkan bagi sektor pariwisata, kini diduga kerap disalahgunakan untuk aktivitas industri skala besar. Dermaga Wisata Wiralaga di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung, terpantau kembali menjadi tempat bersandarnya kapal ponton milik PT Sampoerna Agro.
Aktivitas angkutan kapal ponton yang berasal dari desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini terlihat rutin melakukan bongkar muat kendaraan. Kapal tersebut mengangkut kendaraan roda empat dengan muatan beban berat, bahkan tak jarang membawa alat berat jenis ekskavator untuk diseberangkan menuju Dermaga Gajah Mati.
Seringnya aktivitas logistik berat ini memicu kekhawatiran terkait daya tahan infrastruktur dermaga yang desain awalnya bukan untuk menahan beban kendaraan berat maupun alat berat. Warga setempat dan pengunjung dermaga menyayangkan alih fungsi lahan wisata menjadi jalur lintasan industri yang padat.
“Aktivitas ini sudah sering terjadi. Dermaga ini kan ikon wisata, kalau tiap hari dilewati truk bermuatan batu dan alat berat, dikhawatirkan bangunan dermaga akan cepat rusak sebelum masyarakat bisa menikmati fasilitasnya secara maksimal,” ujar salah satu warga di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, legalitas serta koordinasi antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah terkait penggunaan dermaga wisata tersebut masih menjadi tanda tanya besar.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Dinas Perhubungan kabupaten Mesuji dan Asisten PT Sampoerna agro Kabupaten OKI. Namun, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, kedua instansi tersebut belum memberikan keterangan resmi maupun penjelasan terkait regulasi aktivitas di Dermaga Wisata Wiralaga.(29/12/2025)
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera bertindak tegas untuk menertibkan aktivitas tersebut jika tidak sesuai dengan peruntukannya, guna menjaga aset daerah dan keselamatan pengguna dermaga lainnya.
