Berita  

Sawit Plasma Ditolak, Petani Menjerit: Aroma Permainan Kotor di Pabrik TBL-BW?

Indonesia // Mesuji Lampung

Otoritas-News.com // MESUJI – Mimpi manis petani plasma sawit di Labuhan Baru, Mesuji, berubah menjadi mimpi buruk. Bagaimana tidak, buah sawit yang seharusnya menjadi sumber penghidupan, kini justru ditolak mentah-mentah oleh Pabrik TBL-BW Simpang Pematang. Aroma permainan kotor pun menyeruak di balik penolakan ini.

DPC GRIB Jaya Mesuji tak tinggal diam melihat penderitaan petani. Apri Susanto, SH,MH., Ketua DPC GRIB Jaya Mesuji, dengan lantang menyuarakan keluhan petani plasma yang merasa diperlakukan tidak adil. Buah sawit yang sudah “brondol” alias matang, justru ditolak dengan alasan “magel” atau belum matang. Sebuah alasan yang sangat menggelikan!

Namun, yang lebih menyakitkan adalah dugaan perlakuan berbeda yang diterapkan oleh pabrik. Para supir pengangkut buah sawit melaporkan bahwa buah mentah dari petani di luar plasma justru tetap diterima dengan tangan terbuka. Lalu, di mana letak keadilan? Apakah ini bentuk diskriminasi terhadap petani plasma yang sudah lama bermitra dengan perusahaan?

“Jika begini terus, lebih baik kami minta kembalikan saja kebun plasma kami biar kami urus masing-masing,” tegas HS, perwakilan petani plasma sawit, dengan nada kekecewaan yang mendalam. Kata-kata ini adalah ungkapan keputusasaan dari petani yang merasa dikhianati.

DPC GRIB Jaya Mesuji mendesak Pabrik TBL-BW Simpang Pematang untuk segera melakukan evaluasi dan meninjau kembali kebijakan penerimaan buah sawit. Jangan sampai keserakahan dan praktik-praktik kotor merugikan petani plasma yang telah lama menjadi tulang punggung perusahaan. Jika tidak, jangan salahkan jika petani akan berbalik arah dan mencari keadilan di tempat lain.08/10/2025.

Exit mobile version